Thursday, September 9, 2010

kekasih semusim, kekasih tak dianggap

betapa sedih bila diri hanya kekasih yang tak dianggap..
kekasih yang hadirnya bermusim lalu kasih yang diberi juga bermusim..
betapa pedih rasa hati bila hadirnya diri bagai tak dihargai..
walhal bukan sedikit buah tangan yang dibawa buat bertemu kekasih hati..
kasih yang dicurahkan bukan mainan taruhannya..
rebutlah segala cinta sang kekasih maka syurga yang mahal itu ganjarannya..

maaf, ini bukan kisah cinta aku..
ini kisah Ramadhan yang kian berakhir, Ramadhan yang akan meninggalkan kita tak lama lagi..
tik... tok... tik... tok...
the clock is ticking..
and.............Ramadhan is gone.

Aku mentari tapi tak menghangatkan mu
Aku pelangi tak memberi warna dihidupmu
Aku sang bulan tak menerangi malammu
Akulah bintang yang hilang ditelan kegelapan 

Ramadhan datang membawa 3 hadiah buat kita..
fasa pertama rahmat, fasa kedua pula maghfirah yakni keampunan dan fasa terakhir pembebasan dari api neraka..
tapi hadis ni dikatakan hadis daif..
"Ramadhan adalah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya maghfirah (ampunan) dan akhirnya pembebasan dari api neraka.” (HR Baihaqî)
ermm....
cuba bayangkan kita ada cinta, yang jarang sekali dapat bersua..
setahun dapat jumpa sekali je..
tiba-tiba apabila cinta itu datang, kita buat 'derk' je..
dah lah orang tu bawak hadiah mahal lagi..
dan kalau kita layan dia dengan baik mungkin kita akan dilamar dengan Lailatul Qadar, malam yang lebih baik daripada seribu bulan..
tapi hanya kerana hadirnya bermusim, maka cinta kita juga bermusim..
lain hari, lain waktu kita lupa apa yang kita dah janji, lupa tarbiyah yang kita dapat..
lupa untuk menjadi yang terbaik macam yang kita tunjuk untuk dia,jaga amal ibadah yang wajib dan sunat,sedekah,berzikir etc..
erm...sort of hypocrite?
sudahnya kita jatuh cinta pula pada Aidilfitri yang sebenarnya datang sekadar mengucapkan,  
"well done!"
sebab kita dah buat yang terbaik untuk habiskan masa yang terbaik dalam bulan Ramadhan..
“Wahai manusia! Sungguh telah datang kepada kalian bulan Allah dengan membawa berkah, rahmat, dan maghfirah. Bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam yang utama. Jam demi jamnya adalah jam yang paling utama. Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tetamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima, dan doa-doamu diijabah."
Ramadhan makin jauh, makin mengundur diri.. apakah ada rezeki untuk bertemu lagi.. akulah insan yang rugi.. and i'm missing Ramadhan already..='(  
Sebagai kekasih yang tak dianggap  Aku hanya bisa mencoba bersabar   Ku yakin kau kan berubah
 #those lines in purple font are from Kertas-Kekasih Yang Tak Dianggap..   sama-sama berdoa agar Allah izinkan kita bertemu Ramadhan lagi..ameen~

No comments: